Back to list Publication

DKK Insight Edisi 3: Siapa Bilang Inovasi Harus dengan Teknologi?

Thursday, January 4, 2024
Photo Article

Oleh Edwin Hardi

Beberapa dekade terakhir, kata inovasi semakin sering kita dengar setiap harinya. Entah dari pemberitaan media, promosi perusahaan, video edukasi, dan banyak lainnya. Salah satu padanan kata lain yang lekat dengan inovasi adalah teknologi.

Namun, apakah inovasi memang harus dilakukan dengan teknologi canggih? Tidak adakah cara lain untuk melakukan inovasi tanpa mengandalkan teknologi? Apakah ini berarti pengusaha kecil tidak dapat melakukan inovasi karena sumber daya untuk menggunakan teknologi yang terbatas?

Yuk, kita diskusi mengenai hal ini.

Inovasi dan Teknologi

Teknologi dalam beberapa dekade terakhir memang mengalami perkembangan yang semakin cepat. Setiap ada perkembangan terbaru, muncul juga peluang baru untuk mengasah daya saing perusahaan dalam berbagai hal, bisa dari segi operasional, konsep bisnis, atau bahkan cara berkomunikasi.

Karena itu tidak heran bila semakin cepatnya perkembangan teknologi mendorong semakin terbuka juga kesempatan berinovasi. Pada gilirannya, dunia usaha juga semakin dinamis dalam menghadapi persaingan.

Namun, inovasi sebenarnya tidak harus berkaitan dengan teknologi karena pemahaman dasar inovasi dapat dianggap sebagai implementasi ide baru pada berbagai aspek usaha dalam memperbaiki penawaran produk dan layanan kepada konsumen. Karena itu inovasi tidak harus berdasarkan teknologi canggih apalagi mahal

Keputusan sederhana seperti mengganti kemasan produk lebih kecil, misalnya. Pendekatan ini biasa dilakukan agar dapat menjangkau segmen pasar dengan daya beli terbatas atau bisa juga diperuntukan bagi segmen pelanggan dengan tingkat konsumsi yang tidak sebesar kemasan normal. Inilah yang disebut kemasan ekonomis untuk menjangkau konsumen berdaya beli terbatas. Pendekatan sederhana seperti ini pun dapat dianggap sebagai inovasi.

Inovasi yang baik bukan berarti harus menggunakan teknologi terkini ataupun tercanggih. Inovasi yang baik diukur dari seberapa efektif inovasi dapat menyelesaikan masalah konsumen atau perusahaan dan seberapa besar dampak yang dapat ditimbulkan. Terkadang masalah kompleks dapat diselesaikan dengan solusi yang relatif sederhana.

Inovasi dan Kreativitas

Pertanyaan selanjutnya, apakah inovasi selalu harus benar-benar kreatif? Sejak awal tren kemunculan startup, kita sering sekali menemukan bisnis dengan ide yang sangat unik dan baru. Selalu ada ide baru yang muncul di perusahaan startup baru, seakan tidak ada habisnya.

Namun, coba kita perhatikan beberapa perusahaan ternama seperti Apple, Google, dan Netflix. Apakah mereka selalu memunculkan ide baru? Sama sekali tidak. Apple memang terkenal dengan produk device-nya. Akan tetapi, semua produk dan fitur yang diperkenalkan sebenarnya sudah ada di pasaran sebelum mereka luncurkan. Tapi merekalah yang berhasil mempopulerkan.

Google sebagai search engine pun bukan merupakan platform pertama. Begitu pula dengan Netflix yang bukan merupakan penyedia layanan streaming video pertama. Namun, perusahaan-perusahaan ini jelas terbukti berhasil mempopulerkan masing-masing produk dan fitur yang dimiliki.

Kreativitas tidak lagi menjadi hal terpenting di dunia usaha. Karena sebenarnya pelanggan belum tentu membutuhkan suatu solusi yang sama sekali baru atau unik. namun , lebih penting lagi bagaimana solusi tersebut dapat efektif menangani permasalahan atau memberikan benefit secara optimal.

Amati - Tiru - Modifikasi menjadi konsep berpikir yang masih sangat efektif diterapkan saat ini. Tidak perlu ide kreatif yang sama sekali baru untuk berinovasi. Kita bisa saja meniru praktik yang biasa dilakukan di industri lain dan mencoba menerapkannya pada usaha kita.

Sebagai contoh, kedai kopi yang bukan sekadar tempat untuk tukang buat kopi. Namun, konsepnya sudah jauh berubah menjadi tempat nongkrong. Pembuat kopinya pun dinamakan barista yang tidak jarang dikaitkan sebagai seniman.

Inovasi dan Penerapannya

Apa yang paling penting dari inovasi? Bukan idenya, tetapi justru penerapannya. Ide berlimpah akan sia-sia tanpa diikuti implementasi yang baik. Bahkan sering kali ide tidak dapat begitu saja diterapkan dalam sistem operasi, produk, ataupun layanan. Sudah menjadi praktik umum bahwa konsep dan ide perlu disesuaikan kembali setelah diaplikasikan secara nyata.

Penerapan inovasi pun sebaiknya ditinjau ulang dari waktu ke waktu. Apakah masih relevan kondisi konsumen, apakah masih relevan dengan situasi usaha kita, atau apakah perlu dilakukan perbaikan lebih lanjut.

Inovasi yang tepat dapat membantu perusahaan menyelesaikan tantangan dan menciptakan dampak yang diinginkan. Bagi setiap perusahaan atau bisnis yang ingin mempelajari lebih dalam tentang inovasi dapat menghubungi DKK Consulting melalui email di [email protected] DKK Consulting siap menjadi konsultan bisnis dan inovasi untuk membantu usaha berkembang lebih pesat.

Share :